IMPORTANT NOTICE

Kamis, 15 April 2010

Priok Membara

Rencana pembongkaran makam Mbah Priok yang memiliki nama lengkap Al Imam Al`Arif Billah Sayyidina Al Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad RA di Koja, Jakarta Utara kemarin berakhir ricuh. Sampai kemarin malam suasana di sekitar lokasi masih mencekam. Aksi sweeping dan pengejaran terhadap polisi dan Satpol PP terus berlangsung.


Massa terus merangsek masuk ke kawasan terminal peti kemas untuk memburu petugas Satpol PP dan Polisi yang terjebak di kawasan itu. Tak hanya itu warga kini mulai menjarah barang yang ada di kantor Pelindo.
Sekitar pukul 17.20 WIB, massa yang jumlah ratusan masuk ke areal kantor keamanan pos Pelindo dan menjarah barang-barang yang ada di dalamnya.
Selian merusak fasilitas yang ada di kantor Pelindo, mereka menjarah perlengkapan kantor, Ac, alat dan sejumlah peralatan lainnya.
Warga memeriksa hampir seluruh kawasan Pelindo untuk mencari Satpol PP yang masih berada di wilayah tersebut.

Baik petugas Satpol pp dan Polisi terus berlarian dan bersembunyi untuk menghindari aksi brutal warga. Bila keluar dari areal Pelindo, petugas Satpol PP dan Polisi akan berhadapat dengan warga yang makin brutal. Sementara itu mereka tetap terjebak di dalam Pelindo.
Belum diketahui siapa yang mengomandoi, setelah membakar mobil milik Polisi dan Satpol PP, kelompok massa juga membakar tiga pos di depan kantor PT Pelindo, Jalan Timur Raya.

Kendaraan roda dua milik wartawan RCTI juga ikut dibakar massa dan satu motor milik wartawan Global TV rusak parah. Sebelumnya, petugas kepolisian sampai harus mengeluarkan beberapa tembakan gas air mata untuk mengurai konsentrasi massa.

Sebelumnya, bentrok sengit berlangsung dua kali, pagi dan siang tadi. Kejadian ini mengakibatkan puluhan anggota Satpol PP masuk rumah sakit. Sebagian besar luka parah. Demikian juga dengan warga. Menjelang sore aksi mereda, namun kembali brutal dan berujung dengan pembakaran kendaraan.
Jumlah korban bentrok yang terjadi antara aparat dengan warga di Koja, Jakarta Utara terus bertambah. Hingga pukul 16.45 WIB, Rabu 14 Maret 2010, jumlah korban yang mengalami luka-luka mencapai 107 orang.

Data yang dikeluarkan RSUD Koja itu membeberkan, jumlah korban luka kebanyakan diderita aparat Satpol PP dan polisi.
Korban dari Satpol PP mencapai 57 orang, lima orang di antaranya harus menjalani operasi. Sedangkan dari polisi, korban luka mencapai 30 orang dan warga 20 orang, dua di antaranya harus dioperasi.

Sampai menjelang sore aksi bakar-bakar oleh massa kian banyak. Massa terus membakar kendaraan-kendaraan di sekitar lokasi bentrokan di Makam Mbah Priok, Jakarta Utara. Kepulan asap terbesar terlihat dari satu unit mobil truk.
Kepulan asap terbesar itu milik mobil truk container yang sudah dibakar massa. Truk itu berada di pintu masuk Pelabuhan Pelindo, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Truk besar itu terlihat masih mengangkut alat berat eskavator. Hingga kini, bagian kepala truk saja yang masih terbakar. Alat berat yang berada di punggungnya masih selamat. Tetapi tidak ada yang mencoba menyelamatkan.
Beberapa kali letusan terdengar di beberapa titik. Letusan-letusan itu terdengar dari sumber api, yakni kendaraan yang terbakar.

Selain membakar mobil-mobil milik Satpol PP, armada water canon milik Polri juga dibakar kelompok massa yang menolak rencana pembongkaran pendopo di areal makam Mbah Priok.

Sejauh ini, keberingasan massa belum ada yang mampu meredam. Aparat keamanan sendiri kewalahan menghadapi mereka.
Dampak bentrokan antara massa dan Satpol PP serta petugas kepolisian yang terjadi di komplek areal pemakaman Mbah Priok semakin meluas.
Petugas polisi lalu lintas akhirnya menutup Jalan Cilincing Raya. Sehingga semua kendaraan yang melintas jalan itu, kini harus memutar balik di depan RSUD Koja, Jakarta Utara.

Sore hari, Ustadz Habib Riziek Shihab memimpin doa di dekat makam Mbah Priok, di Koja, Jakarta Utara. Pemimpin Front Pembela Islam ini memimpin doa selama 10 menit yang diamini ratusan warga yang tertahan di makam.
Setelah memimpin doa, Habib meminta warga untuk tidak anarkis. Meski demikian, dia justru mendukung warga yang mempertahankankan situs bersejarah. "Wajar warga mempertahankan," kata dia.

Sebenarnya pada siang hari antara pemerintah dan pengelola ahli waris berunding di aula Masjid Jami At-Tauhid. Perundingan juga dihadiri Wakil Walikota Jakarta Utara Atma Senjaya, Kapolres Pelabuhan Tanjungpriok AKBP Rahmad Wibowo, dan Dandim Jakarta Utara Kolonel Irman Jaya.
Perundingan berjalan alot karena pengacara ahli waris, Yan Juanda Saputra tetap bertahan tidak akan terima jika areal makam dibongkar. Alasannya, sampai saat ini belum ada putusan pengadilan yang menetapkan bahwa lahan itu milik PT Pelindo II. Ia sendiri masih mengklaim lahan itu sebagai milik ahli waris berdasarkan verklaring No 1268/RB pada 19 September 1934.

Tahun 2001 ahli waris Habib Hasan Al Haddad mengajukan gugatan kepada PT Pelindo II melalui PN Jakarta Utara, namun pengadilan tidak menerima gugatan itu.

Saat itu, ahli waris tidak mengajukan banding sampai berakhirnya masa pengajuan banding. Dengan demikian, putusan No 245/Pdt.G/2001/PN.JKT.UT memiliki telah kekuatan hukum tetap.
“Jadi, berdasarkan surat tanah yang kami miliki, maka tanah ini sah milik kami,” kata Yan Juanda.

Sebelumnya, Wakil Walikota Jakarta Utara menyatakan penertiban gapura dan pendopo di makam Mbah Priok ini dinilai sudah sesuai dengan instruksi gubernur DKI nomor 132/2009 tentang penertiban bangunan.
Sebab, bangunan itu berdiri di atas lahan milik PT Pelindo II, sesuai dengan hak pengelolaan lahan (HPL) Nomor 01/Koja dengan luas 1.452.270 meter persegi.

Dalam bentrokan antara massa pengikut Mbah Priok dengan Satpol PP dipastikan dua orang jemaah habib dari pengajian di masjid makam keramat tersebut meninggal dunia.

Korban merupakan bocah berusia sekira 10 tahun dan seorang pemuda berumur 20 tahun. "Korban tewas itu sahid dan jaminannya jannah atau surga. Mereka membabi buta memukul anak kecil yang tidak berdosa," ungkap Zaki, jamaah Mbah Priok.

Saat ini,kata Zaki, kedua korban divisum di RSUD Koja. Meski mendapat serangan dari petugas Satpol PP yang akan membongkar bangunan liar dan PKL, ahli waris dan pengikut Mbah Priok tetap bertahan di dalam area makam.
"Kami masih tetap bertahan di sini. Ketika Satpol PP menyerang, mereka tidak bisa masuk ke makam hanya di luar," paparnya.

Hal senada dikemukakan Ketua DPD FPI DKI Jakarta Habib Salim Alatas. "Kami akan tetap bertahan dan tidak akan mundur," tandasnya. Kehadiran massa FPI diketahui lantaran ada kabar makam Mbah Priok akan dibongkar. Menurut Habib, pihaknya akan mencegah pihak-pihak yang akan membongkar makam keramat tersebut.

0 komentar:

Posting Komentar

_The Other Side of My Life_ Copyright © 2011 | Template created by O Pregador | Powered by Blogger